Tuesday, July 19, 2011

Kemuliaan dan keberkatan malam nisfu Sya'ban

Bulan Nisfu Sya'ban telah muncul lagi. Aku ada terbaca satu article dari albakriah.wordpress.com. Intipati bulan Sya'ban di kupas cukup bernas dan mudah untuk dipahami. Sama2 membaca bagi menambah ilmu di dada.


Sya’ban telah muncul lagi, bulan dengan segala keistimewaan dan peristiwa mulia di dalamnya. Tak terkecuali dengan  terdapatnya satu malam yang mulia dan penuh keberkahan iaitu malam pertengahan bulan (nishfu sya’ban).

Pada malam ini Allah SWT menampakkan dan mencurahkan rahmat dan ampunan kepada  hambaNya. Barangsiapa berdo’a maka do’anya diijabah, barangsiapa meminta agar dihilangkan kesusahannya maka akan dipenuhi permintaan itu dan pada malam ini pula Allah mencatat rizqi-rizqi serta amal-amal hamba.

Malam Nishfu Sya’ban adalah malam yang mempunyai banyak fadhilah atau keutamaan. Dalam kitab Zubdah Al-Wa`izhin terdapat hadits yang diriwayatkan dari Abi Nashr bin Said, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Tatkala datang malam ketiga belas bulan Sya`ban, pernah datang kepadaku Malaikat Jibril seraya berkata, `Wahai Muhammad, bangunlah engkau, karena sesungguhnya telah datang waktu bertahajjud, supaya engkau dapat memohon kepada Allah atas keselamatan umatmu” Maka Nabi pun melakukan itu.

Lalu datang pula Malaikat Jibril ketika fajar subuh bersinar, seraya berkata, “Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah Ta’ala telah memberikan kepadamu sepertiga dari umatmu”. (yakni agar beliau dapat memberikan syafaat kepada mereka).

Maka menangislah Nabi SAW sambil mengatakan, “Wahai Jibril, beritakanlah kepadaku tentang umatku yang dua pertiga lagi.”

Jibril menjawab, “Aku tidak tahu.”

Lalu datang lagi Jibril pada malam yang kedua (yaitu malam yang keempat belas Sya`ban) seraya berkata, “Wahai Muhammad, bangunlah engkau dan bertahajjudlah.”

Maka Nabi SAW pun melakukan itu.

Lalu datang lagi Malaikat Jibril pada waktu fajar, seraya berkata, “‘Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah telah memberikan kepadamu akan duapertiga umatmu.”

Maka Nabi pun menangis seraya berkata, “Wahai Jibril, beritakanlah kepadaku tentang sisa umatku yang lainnya.”

Jibril menyahut, “Aku tidak tahu.”

Kemudian datang lagi Jibril pada malam Bara’ah (malam kelepasan, pembebasan dari belenggu kesulitan, yaitu malam kelima belas Sya’ban), seraya berkata, “Kabar gembira untukmu, wahai Muhammad. Sesungguhnya Allah telah memberikan untukmu seluruh umatmu yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu.”

Malam Nishfu Sya`ban adalah malam kelepasan. Pada malam itu umat Nabi Muhammad SAW sangat patut bersyukur dengan melakukan berbagai ibadah yang diridhai. Terdapat banyak keterangan mengenai keutamaan malam Nishfu Sya`ban dan fadhilah menghidupkannya.

Telah diriwayatkan dalam beberapa hadits tentang kemuliaan malam ini, diantaranya hadits yang diriwayatkan oleh Al Imam Ath Thabaraniy dan Ibnu Hibban dari sahabat Mu’adz bin Jabal, Rasulullah SAW bersabda (yang artinya):

“Allah SWT memandang kepada seluruh makhlukNya pada malam nishfu sya’ban dan memberikan ampunan kepada seluruh makhlukNya kecuali orang yang musyrik dan musyaahin”

Musyaahin adalah orang yang menyalakan api permusuhan dan merusak antara dua orang yang saling kasih.
Juga diriwayatkan oleh Al Imam Al Baihaqiy dari As Sayyidah ‘Aisyah ra, Rasulullah SAW bersabda (yang artinya):

“Telah datang Jibril kepadaku seraya berkata: malam ini adalah nishfu sya’ban dan pada malam ini Allah SWT membebaskan dari neraka manusia sebanyak bulu kambing bani kalb, pada malam ini Allah tidak melihat dengan pandangan rahmat kepada musyrik, musyaahin, pemutus silaturrahim, orang yang durhaka kepada orang tuanya dan peminum khamr”.

Dalam redaksi yang  lain Al Imam Al Baihaqiy meriwayatkan hadits dari Utsman bin Abil ‘Ash, Rasulullah SAW bersabda (yang artinya):

“Jika tiba malam nishfu sya’ban terdengar seruan yang berkata: siapakah yang hendak meminta ampun (pada malam ini) maka Aku akan ampuni, siapakah yang meminta sesuatu maka Aku akan berikan, tidak seorangpun yang memohon kepadaKu kecuali pasti Aku kabulkan hajatnya kecuali pezina dan musyrik”.
Pada bagian lain Al Imam Al Baihaqiy juga meriwayatkan dari Al ‘Alaa’ bin Harits, bahwasannnya As Sayyidah ‘Aisyah berkata:

“Suatu malam Rasulullah sholat lalu beliau memanjangkan sujudnya sehingga aku menyangka bahwa beliau telah meninggal, manakala aku menyaksikan itu aku bangkit lalu aku gerakkan ibu jari beliau, dan jari-jari beliau bergerak. Maka aku kembali ke tempatku. Setelah beliau mengangkat kepalanya dari sujud dan menyelesaikan sholatnya beliau bersabda: “Wahai ‘Aisyah tahukah kamu malam apakah ini?”, aku berkata: Allah dan RasulNya lebih mengetahui. Beliau SAW melanjutkan: “Malam ini adalah malam nishfu sya’ban, sesungguhnya Allah SWT pada malam nishfu sya’ban melihat dengan pandangan rahmat kepada hambaNya, maka Dia memberikan ampunan kepada yang meminta ampunan dan merahmati kepada yang memminta rahmat dan Dia membiarkan orang yang iri dengki (tidak mendapat bagian dari rahmat itu)”.

Article ini dari albakriah.wordpress.com. 

Sama-samalah kita semua mengimarahkan bulan Sya'ban dan kemudian Ramadhan pula muncul.

No comments:

Post a Comment